Sunday, December 27, 2009

Tautan


Karya Kelima:
Tautan

Sepanjang jalan hidupku ada kenangan akan dirinya, sampai sekarang masih bisa kubayangkan bagaimana wajah ayunya menaungi pikiran. Inikah jatuh cinta? Kurasa saat ini aku memerlukan seseorang yang bisa memberikan kepedulian lebih terhadapku. Senyuman itu tetap ada selama ini, cinta pertama yang begitu menguras pikiran dan waktu. Apa daya seorang pecinta, kini aku tahu kebenaran tentang istilah cinta bisa membuat orang menjadi gila.

Kisah pertama bercinta memang sungguh mengasyikkan, tiada hari tanpa jauh dari ingatan tentang dirinya. Dia sungguh cantik mempesona, kelembutannya bagaikan kapas yang kerap berterbangan riang terbawa oleh sepoi angin, hidup serasa bertekuk lutut dihadapannya dan rela mati untuknya. Itulah keluhku akan cinta pertama. Ketika pertama kali bertemu, tidak pernah tergurat dalam pikiran tentang kejadian di masa depan, dimana kami berdua akan mengarungi lautan cinta.

Papan nama Ketimun Seluler di emperan jalan Malioboro menjadi saksi bisu pertemuan kami. Sungguh tidak terbayangkan bagaimana perjuangan beratnya menuju Jogja untuk menemuiku, mungkin tiap hari menyisihkan uang jajannya yang minim demi mewujudkan impian kami yaitu untuk bertemu. Tautan sorot mata kami, sorot mata penuh makna, membenamkanku dalam khayalan cinta.

Aku hanyalah lelaki biasa, merasa bahwa dunia akan terasa hampa tanpa kehadiran cinta. Itulah buaian dasyat yang dibuat secara tidak disengaja oleh cinta. Pertemuan singkat dengan dia merupakan sesuatu yang mengesankan, akankah kelak akan terulang kembali di cinta-cinta setelahnya?

Buat cinta yang hilang!

AA bil Haq
Sabtu, 05 Juli 2009
01:19 WIB (Dini hari)

0 komentar:

Post a Comment

SILAHKAN ISI KOMENTAR