Thursday, June 11, 2009

Truntung


Macet, wah kini mobil tua yg ibu beli dgn susah pyah dari juragan keturunan cina di kota Solo. Waktu itu aku masih duduk di SMP. Mobil bak berwarna putih berbodi mungil yg kadangkala dikemudikan om untuk pergi ke kampus, namanya Truntung. Pada masa itu uang 4 juta masih bs dibilang byk, tdk seperti sekarang, uang 4 juta bisa beli apa? Kalo buat beli es cendol mah bisa buat renang, lha kalau buat beli kendaraan bermotor? roda dua saja tdk dapat.
Keseharian digunakan untuk kulakan mebelair, karna ibu seorang pedagang furniture. Kalau lg byk duit, ya kami ke moll atau makan2 di restauran, aku dgn adikku naik di bak belakang, memakai tikar, beratapkan langit. Tidak lupa membawa bantal jg selimut, tak perduli kalau kendaraan di belakang melihat kami tiduran, tinggal senyum lalu daa daa..
Asik bukan! Naik mobil mungil di bak belakang, beruntung dulu Pak Polisi pengertian, jd tdk pernah ditilang.

Kenangan masa kecil, di bak mobil Truntung.. Menikmati perjalanan, sambil melihat bintang dan kadang terganggu oleh sorot lampu kndraan di belakang. Tanpa rasa malu, toh kami makan di restoran mewah.

Oleh A A bil Haq
Kla-X

0 komentar:

Post a Comment

SILAHKAN ISI KOMENTAR

Memo

Perbanyak bersabar dan berdoa... kita tidaklah sendiri!!

Komentar

Total Penggunjung

ifanxlv. Powered by Blogger.