Keseharian digunakan untuk kulakan mebelair, karna ibu seorang pedagang furniture. Kalau lg byk duit, ya kami ke moll atau makan2 di restauran, aku dgn adikku naik di bak belakang, memakai tikar, beratapkan langit. Tidak lupa membawa bantal jg selimut, tak perduli kalau kendaraan di belakang melihat kami tiduran, tinggal senyum lalu daa daa..
Asik bukan! Naik mobil mungil di bak belakang, beruntung dulu Pak Polisi pengertian, jd tdk pernah ditilang.
Kenangan masa kecil, di bak mobil Truntung.. Menikmati perjalanan, sambil melihat bintang dan kadang terganggu oleh sorot lampu kndraan di belakang. Tanpa rasa malu, toh kami makan di restoran mewah.
Oleh A A bil Haq
Kla-X

0 komentar:
Post a Comment
SILAHKAN ISI KOMENTAR