Kulihat dgn tatapan berkaca-kaca, ibu dan adik-adikku tengah terlelap berselimut tebal, yg tentunya hangat. Mereka sudah terbiasa dgn keadaanku seperti ini. Adik kecilku yg baru kelas 6 SD kerap terbangun, dia mengantarku keluar rumah sembari menggodaku dgn lambaian tangan, tak lama ditutupnya pintu rumah dan dikunci. Akupun berangkat kerja, pabrik yg lumayan besar, dan aku merupakan salah satu buruhnya.
Sungguh tidak mengenakkan berada di shift malam, hati tersiksa, bisa kau byngkan, malam waktu istrhat malah dipakai untuk begadang dalam artian positif yaitu bekerja. Andai aku bs bergabung dlm hangatnya selimut tebal di rumah.
Aku harus semangat, toh aku tidak sendri, masih ada teman-teman walau tidak sebayak di shift pagi dan siang.
Di dinginnya angin malam, memaksaku mengenakan jaket waktu kerja, walau sebenarnya tidak boleh, bahkan dmi menjaga paru-paru masker kerap dipakai. Perjuangan hidup yg akan aku ukir dgn tinta emas, perjuanganku di pabrik.
Kenangan tak terlupakan shift malam bertabur bintang..
<unfinished!>

0 komentar:
Post a Comment
SILAHKAN ISI KOMENTAR