Hm.. Penulis asli pasti jauh melebihi lembaran penulis gadungan ini. Dgn alasan byk kgiatan, akhirnya ke 140 lembar target semula menjadi terbengkalai, akhirnya penulis gadungan ini melupakan karya yg sedang dibuat. Karya terbengkalai tesebut bisa saja menjadi best seller apabila diselesaikan, aku hanya bilang tentang kemungkinan.
Toh bgs atau jelek sebuah karya merupakan pendapat orang lain, kalau pengarangnya sendiri pastilah berpikiran positif akan karyanya. Itulah penulis sejati!
Namun ini cerita tengang penulis gadungan yg mentelantarkan karyanya, padahal dahulu, pernah aku tahu bahwa dia sungguh berbakat, sekali mengedipkan mata, sebuah karya telah siap di pikiran, tinggal menuangkan dlm kertas. Puisi pun dia buat dlm hitungan detik, dia mampu menuangkan tiap kondisi menjadi syair yg mempesona.
Kini kekagumanku telah berangsur surut, aku kini malah membenci penulis gadungan itu. Aku lihat lembaran karya tersebar begitu saja di kamar, ditelantarkan oleh tuannya.
Oh, andai aku bisa mewarisi daya kreasinya, akan aku tuntaskan cerita tesebut. Aku ingin memiliki bakatnya, juga menjadi penulis.
Tetap saja ini hanya anganku..
Hah..
Sayang sekali.
Oleh: A A bil Haq

0 komentar:
Post a Comment
SILAHKAN ISI KOMENTAR