Cerita tentang si dia.
Hujan tak henti mengguyur bumi Kepujang, sebuah desa di lereng gunung. Desa yang masih asri tak terjamah oleh moderenisasi, kecuali radio bertenaga batu batrei milik Ujang, anak kecil berperangai layaknya aktor kawakan di sinetron dewi dewi. Keseharian penduduk bercocok tanam juga berburu dan meramu, lebih dekat dengan kehidupan era pra sejarah. Hebatnya, penduduk sudah tahu akan keberadaan NKRI, juga beberapa seluk beluk pemerintahan di tingkat terbawah, yaitu kepala desa yang kerap mengenakan peci putih, sangat mereka hormati.
Suatu ketika, ada sekawanan <kata penulis, agar lebih terkesan brutal>, datang sekawanan mahasiswa pencinta alam dari kota yang singgah di desa. Penduduk yang antusias berebut kursi depan untuk melihat para mahasiswa pencinta alam tersebut. Apa gerangan yang aneh..
<bersambung>

0 komentar:
Post a Comment
SILAHKAN ISI KOMENTAR