Tuesday, June 09, 2009

Andro Menjadi Seorang Pelukis


Di jalan solo, pinggir jalan, terdapat rumah dengan model lucu, mirip bangunan kastil di negeri dongeng, Andro begitu terkesima dengan kerucut-kerucut yang menjulang ke langit. Ada tulisan Musium Affandi. Mm, walaupun Andro tidak pernah lulus sekolah, Andro tau kalo Affandi adalah seorang pelukis terkenal di dunia. Karya lukisannya pasti lebih mahal daripada mobil bermerek buatan Jepang.
Angan-angan Andro membumbung tinggi, membayangkan kalau dia adalah seorang pelukis terkenal. Akan ada galeri-galeri dan pameran lukisan pribadi. Kalau ada 500 pengunjung tiap harinya dan pameran hanya berlangsung 2 hari, maka bisa dihitung total jumlah keseluruhan pengunjung yaitu 500 X 2 hari= 1000 orang. Wow! Bisa buat partai politik, pinta Andro dalam hati. Apabila harga satu tiket, 5000 rupiah, maka dapat dihitung pula pendapatan pameran, 1000X5000= 5000000 rupiah.
Lima juta rupiah! Wah! Bisa beli permen 10 karung! Dasar pikiran anak kecil, yang ada permen, coklat, mainan dan wisata.
Tiba-tiba Andro terbangun, kebingungan tengok kanan kiri sambil mengucek matanya yang lekat dengan bajunya. Suara tlakson mobil memecah ketidaksadarannya. Akhirnya Andro tersadar bahwa baru saja dia bermimpi, ketika itu disampingnya terdapat buku gambar yang usang juga pensil yang sudah patah menjadi dua bagian. Andro meraih keduanya dan berusaha menyatukannya kembali, namun sayang sudah tidak bisa lagi menjadi sediakala.

Menghela nafas karena sudah pasrah dengan apa yang terjadi terhadap pensil satu-satunya.
Lagi-lagi Andro harus ngamen mengumpulkan recehan koin rupiah untuk membeli pensil, inipun demi membuat mimpinya menjadi kenyataan, yaitu mimpi tentang...
...
..
.
..
...

5 juta!?!

Oleh A A bil Haq
Kla-X

Special thanks:
Ibu guru Nanda_kasum di Jogja
dan
Kak Novi
di Sekolah-Kehidupan

0 komentar:

Post a Comment

SILAHKAN ISI KOMENTAR

Memo

Perbanyak bersabar dan berdoa... kita tidaklah sendiri!!

Komentar

Total Penggunjung

ifanxlv. Powered by Blogger.