Sunday, June 21, 2009

buat Sahabat


Buat sahabat

ali : maaf jarang bls chatboardnya. Feri ga tau aq kbrnya.
N2wus : loe ada di mana sekarang.
Inda.. : ke email ifanxlv@yahoo.com makasih kunjungannya.
Xlv's club : tetep semangat!
Yunda nanda : makasih puluhan komentarnya, setia bgt jd guru, bravo buat yunda!
Ifha : tetap yg dirindu
nda : betapa kejam dikau
kak novi : dinanti karya nya.
Teh jizah : dimanakah perhatianmu teh?
Potter : sukses pendadaran nya!
Ana : cepetan sukses yah!
Sesil : u hav forget it!
Fakusa : rame bgt fb loe, tetap fokus.
Aurorayani : its just joke!
Deb : miz u so friend.
Kha' ika : pa kbr?
Uni : dvd mp3 kajian tlg di siapkan.
Bone/aslan : sombong bgt loe skrng bro?he he
hendrix : jogja selalu menanti.
Woco : pokoke ko! Keep warming the brain.
Arif gamping : sukses gelar akt ugm nya! Dinanti film terbaru nya jg!
Heru 240 : met bulan madu..
Roun 240 : inget bulan juli, selamat yah. ^_^
ustman sbo 1500 : ha ha ha..
Hendra oprator press : jogja mania
all 330 and 240 squad : semangat!
Tmen2 fs dan fb : thanks
Makasih buat semua!

komentar


Maaf sebelumnya..
Untuk commentar bisa kirimkan email ke ifanxlv@yahoo.com atau ifanxlv@gmail.com
untuk sementara blog fokus ke posting tulisan dari Assabiq Arru'ya bil Haq, 2009.
Salam senyum buat pengunjung blog..
Saturday, June 20, 2009

Lukisan Langit


Tiap pagi anak itu menengadah ke langit, sekitar jam enam pagi rutinitas kerjany berlanjut dari hari ke hari yg sepertiny tak jauh berbeda yaitu menjadi kuli di pbrik pembuat makanan. Kalau ditanya alasan kenapa dia selalu bersemangat berangkat kerja, walaupun gaji di bwah rata2 dan pekrjaan menjadi buruh dmikian berat. Alasannya adalah lukisan langit. Di tiap pagi jg sore dia kerap terdiam dan tabju akan akan keindahan langit, awan yg beduyun2 mempercntik warna warni langit yg tidak kesemuanya biru, kan ada beberapa warna yg tak urung menyentak penglihatan.
Hanya mereka yg peduli dpt merasakan kedasyatan lukisan langit itu. Salah satunya ialah buruh pabrik ini.

Cantikny konon lebih menabjubkan dripada akhwat yg senantiasa mencuri pandanganny, satu profesi dan tman dlm perjuangan. Akhwat itu kerap melempar senyum manis dan membuatny luluh dlm buaian keindahan cinta. Siapa sangka akhwat itu bulan dpn akan menjadi milik orang lain selamany. Berarti cinta sesaat akan kandas dan inilah kekejaman dari cinta trhdap makhluk dunia, yg tak abadi.
Berbeda dgn cinta kepada indahny lukisan langit, yg selama hayat senantiasa di sisi sang buruh.

Oleh A A bil Haq

Tuesday, June 16, 2009

Shift Malam


Diwaktu kebanyakan orang sedang menikmati indahnya bunga tidur. Aku bersama teman-temanku tengah mendulang rizki malam ini, demi menyambung hidup. Di shift malam, masuk jam 22.00 dan pulang jam 06.00.

Kulihat dgn tatapan berkaca-kaca, ibu dan adik-adikku tengah terlelap berselimut tebal, yg tentunya hangat. Mereka sudah terbiasa dgn keadaanku seperti ini. Adik kecilku yg baru kelas 6 SD kerap terbangun, dia mengantarku keluar rumah sembari menggodaku dgn lambaian tangan, tak lama ditutupnya pintu rumah dan dikunci. Akupun berangkat kerja, pabrik yg lumayan besar, dan aku merupakan salah satu buruhnya.
Sungguh tidak mengenakkan berada di shift malam, hati tersiksa, bisa kau byngkan, malam waktu istrhat malah dipakai untuk begadang dalam artian positif yaitu bekerja. Andai aku bs bergabung dlm hangatnya selimut tebal di rumah.
Aku harus semangat, toh aku tidak sendri, masih ada teman-teman walau tidak sebayak di shift pagi dan siang.

Di dinginnya angin malam, memaksaku mengenakan jaket waktu kerja, walau sebenarnya tidak boleh, bahkan dmi menjaga paru-paru masker kerap dipakai. Perjuangan hidup yg akan aku ukir dgn tinta emas, perjuanganku di pabrik.
Kenangan tak terlupakan shift malam bertabur bintang..

<unfinished!>

Sunday, June 14, 2009

Siapa Aku?


Apa yg bisa membuatku bisa bercerita?
Jawabanya karena aku dianugerahi panca indra, dan perasaan dlm hati!

Langit sangat biru, tak aku lihat sedikitpun awan berterbangan di siang ini. Hanya biru, cukup biru untuk para penikmatnya. Sinar surya tak kulihat gagahnya, dikarenakan terhalang oleh pepohonan rindang di atas sana. Teduh jg sejuk di bawah sini, tak ingin aku terbang seperti burung, aku sungguh takut akan ketinggian, dari tempatku merebah sekarang sudah cukup membuatku nyaman. Di rerumputan byk hewan serupa serangga, nyatanya memang mereka benar semut. Mereka tak menggangguku akupun tak mengganggu mereka.
Angin sepoi-sepoi tak henti mengiringi rmbutku menari, tarian alami dan sungguh menawan.
Di telingaku mereka seakan membisikkan kata-kata cinta yg mampu menyihirku masuk ke alam serupa surga. Kepalaku dan tubuhku menjadi seringan kapas, ketika kupejamkan mata, tubuhku serasa melayang karena amat sangat ringan. Ketakutanku akan ketinggian menjadi terlupakan, sekarang yang ada hanya rasa nyaman dan nyaman..
Aku melupakan siapa aku dan apa saja masalahku. Bahkan aku lupa siapa namaku!
Hm.. Hari ini hari apa, entahlah! Aku tidak tahu..
Yg jelas aku sungguh nyaman.. Dan..
...
..
Zzz..
..
Zz
..
z
.
.
.

Oleh...

Zzz..
..
...
.
.

Karya Terbengkalai


Penulis yg satu ini sungguh payah! Untuk menyelesaikan sebuah karya yg boleh dibilang pendek memerlukan waktu berbulan-bulan. Tiap hari seharusnya bisa menulis paling tidak 10 lembar, jadi seminggu 7 hari bisa dapat mengahasilkan karya 7 X 10 lembar, 70 lembar, kalau sebulan jadi 4 X 70 lembar, 140 lembar. Lumayan bukan? Ini baru minimal.
Hm.. Penulis asli pasti jauh melebihi lembaran penulis gadungan ini. Dgn alasan byk kgiatan, akhirnya ke 140 lembar target semula menjadi terbengkalai, akhirnya penulis gadungan ini melupakan karya yg sedang dibuat. Karya terbengkalai tesebut bisa saja menjadi best seller apabila diselesaikan, aku hanya bilang tentang kemungkinan.
Toh bgs atau jelek sebuah karya merupakan pendapat orang lain, kalau pengarangnya sendiri pastilah berpikiran positif akan karyanya. Itulah penulis sejati!
Namun ini cerita tengang penulis gadungan yg mentelantarkan karyanya, padahal dahulu, pernah aku tahu bahwa dia sungguh berbakat, sekali mengedipkan mata, sebuah karya telah siap di pikiran, tinggal menuangkan dlm kertas. Puisi pun dia buat dlm hitungan detik, dia mampu menuangkan tiap kondisi menjadi syair yg mempesona.
Kini kekagumanku telah berangsur surut, aku kini malah membenci penulis gadungan itu. Aku lihat lembaran karya tersebar begitu saja di kamar, ditelantarkan oleh tuannya.
Oh, andai aku bisa mewarisi daya kreasinya, akan aku tuntaskan cerita tesebut. Aku ingin memiliki bakatnya, juga menjadi penulis.
Tetap saja ini hanya anganku..
Hah..
Sayang sekali.

Oleh: A A bil Haq

Thursday, June 11, 2009

Truntung


Macet, wah kini mobil tua yg ibu beli dgn susah pyah dari juragan keturunan cina di kota Solo. Waktu itu aku masih duduk di SMP. Mobil bak berwarna putih berbodi mungil yg kadangkala dikemudikan om untuk pergi ke kampus, namanya Truntung. Pada masa itu uang 4 juta masih bs dibilang byk, tdk seperti sekarang, uang 4 juta bisa beli apa? Kalo buat beli es cendol mah bisa buat renang, lha kalau buat beli kendaraan bermotor? roda dua saja tdk dapat.
Keseharian digunakan untuk kulakan mebelair, karna ibu seorang pedagang furniture. Kalau lg byk duit, ya kami ke moll atau makan2 di restauran, aku dgn adikku naik di bak belakang, memakai tikar, beratapkan langit. Tidak lupa membawa bantal jg selimut, tak perduli kalau kendaraan di belakang melihat kami tiduran, tinggal senyum lalu daa daa..
Asik bukan! Naik mobil mungil di bak belakang, beruntung dulu Pak Polisi pengertian, jd tdk pernah ditilang.

Kenangan masa kecil, di bak mobil Truntung.. Menikmati perjalanan, sambil melihat bintang dan kadang terganggu oleh sorot lampu kndraan di belakang. Tanpa rasa malu, toh kami makan di restoran mewah.

Oleh A A bil Haq
Kla-X

Tuesday, June 09, 2009

Andro Menjadi Seorang Pelukis


Di jalan solo, pinggir jalan, terdapat rumah dengan model lucu, mirip bangunan kastil di negeri dongeng, Andro begitu terkesima dengan kerucut-kerucut yang menjulang ke langit. Ada tulisan Musium Affandi. Mm, walaupun Andro tidak pernah lulus sekolah, Andro tau kalo Affandi adalah seorang pelukis terkenal di dunia. Karya lukisannya pasti lebih mahal daripada mobil bermerek buatan Jepang.
Angan-angan Andro membumbung tinggi, membayangkan kalau dia adalah seorang pelukis terkenal. Akan ada galeri-galeri dan pameran lukisan pribadi. Kalau ada 500 pengunjung tiap harinya dan pameran hanya berlangsung 2 hari, maka bisa dihitung total jumlah keseluruhan pengunjung yaitu 500 X 2 hari= 1000 orang. Wow! Bisa buat partai politik, pinta Andro dalam hati. Apabila harga satu tiket, 5000 rupiah, maka dapat dihitung pula pendapatan pameran, 1000X5000= 5000000 rupiah.
Lima juta rupiah! Wah! Bisa beli permen 10 karung! Dasar pikiran anak kecil, yang ada permen, coklat, mainan dan wisata.
Tiba-tiba Andro terbangun, kebingungan tengok kanan kiri sambil mengucek matanya yang lekat dengan bajunya. Suara tlakson mobil memecah ketidaksadarannya. Akhirnya Andro tersadar bahwa baru saja dia bermimpi, ketika itu disampingnya terdapat buku gambar yang usang juga pensil yang sudah patah menjadi dua bagian. Andro meraih keduanya dan berusaha menyatukannya kembali, namun sayang sudah tidak bisa lagi menjadi sediakala.

Menghela nafas karena sudah pasrah dengan apa yang terjadi terhadap pensil satu-satunya.
Lagi-lagi Andro harus ngamen mengumpulkan recehan koin rupiah untuk membeli pensil, inipun demi membuat mimpinya menjadi kenyataan, yaitu mimpi tentang...
...
..
.
..
...

5 juta!?!

Oleh A A bil Haq
Kla-X

Special thanks:
Ibu guru Nanda_kasum di Jogja
dan
Kak Novi
di Sekolah-Kehidupan

Pemilik Wajah Muram


Lima tahun telah berlalu begitu cepat..

Disini aku masih termangu sendiri, sesali diri akan ketidakmampuan menggapai bintang kejora. Di kepala selalu ada kata andai, andai dan andai.
Baru aku sadari hari-hariku kini menjadi suram akibat terlalu banyak berandai-andai. Penyesalan selalu datang telat, ketinggalan kereta express mungkin. Inilah yang terjadi malam ini, aku pemilik wajah muram!

Rencana pernikahanku dengan cinta menjadi terbengkalai dan aku bisa meyakinkan diri kalau hari yang selalu aku rindu akan sirna tak berbekas senyum. Kepercyaan ialah komitment kami, namun apa yang terjadi? Di tengah jalan dua sejoli menjadi terbelah, berpisah dengan alasan yang sungguh logis. Cinta kami serupa monyet, jelek lagi berbulu!

Itulah bentuk asli cinta kami, tak patut menjadi abadi kecuali semua penyesalan yang telah terjadi. Penyesalan berbumbu wajah muram. Wajah muram hanya milikku seorang, dan tak kubiarkan cinta memiliki wajah muram. Sekalipun cinta bertanya kabarku,aku kan berusaha menyembunyikan wajah muramku. Aku akan senyum, karena aku pandai bikin senyum orang lain, dengan polah tingkahku yang aneh lagi cerdas, kupastikan mereka bisa tersenyum dan tertawa lepas. Itulah aku, dan wajah muram ini hanya milikku juga hanya aku yang tau!
Menyedihkan memang, bersembunyi di balik senyum manisku.
Cinta disana lagi berbahagia, dan aku tau kehadiranku tak berarti lagi. Jadi aku punya kesmpatan tuk sembuhkan luka hati. Jika cinta membutuhkanku,aku akan segera datang dengan memakai topeng senyum dan berstatus sebagai sahabat.
Sungguh cinta dalam bentuk monyet begitu menyiksa! bayak yang akan menjadi kenangan indah..
Cuma itu kekuatan dalam wajah muram untuk hidup, yaitu melihat cinta berbahagia.

Oleh A A bil Haq
Kla-X

Monday, June 08, 2009

Sahabat Vs Cinta


Tit tit tit..
Aku segera meraih hp 6030ku. Kubaca sms terbaru yg berasal dari tmanku kuliah: bro aq dah beresin masalahmu! Besok ketikan skripsimu tinggal kau ambil. Smua udah aq urus.. Sampai ke pembayaran ujiannya jg.

Nah, bgtulah isi sms dr sohibku yg bernama Dery, apapun yg kubutuhkan selalu diperjuangkannya dgn penuh pengorbanan, itulah sahabat karib yg sudah bisa dikatakan melebihi ikatan keluarga. Kami bagai saudara,walau tdk sedarah. Uang tak lg jd masalah,jika aku tdk pnya uang maka tnpa diminta dia bersedia memberiku uang,dan akupun dmikian.Bahkan sering kami makan di piring yg sama ktika keuangan sdng parah2nya.Baru kukenal dia ketika awal kuliah,sampai dtik ini,kami bahkan sudah hampir lulus. Berjuang menghadapi rumitnya dunia kampus,selalu berdua,saling menopang tak terpisahkan.itulah kami sahabat.

Di rumah aku memiliki satu adik, umurnya berselisih dua tahun dgnku.Tiap ketemu kami jarang akur,bahkan tak jarng aku dgn adik selalu ribut gara2 masalah sepele.Pernah kepalaku dilempar gelas waktu itu, gara2 rebutan remote tv. Itulah persaudaraan sedarah kami. Penuh dgn amarah dan dendam. Hingga aku jd malas pulang karena ada adikku di rumah. Sungguh berbeda dgn persahabatanku di kampus yg sangat indah.

Tit tit tit..
Suatu hari ada sms dari adikku di rmh mengabarkan klo bapak telah meninggal dunia krna musibah yg trjadi di jalanan ibukota. Aku diantar oleh sobat setiaku pulang, sampai di rmh telah byk para pelayat, kulihat ibu jg adikku berkaca2 matanya. Kuhampiri mrka dan spontan kami berpelukan tuk berbgi sisa2 kekuatan. Sudah lama aku ga sedekat ini dgn adik, baru aku sadari bhwa adik bgtu menyayangiku, terlihat di puncak2 kesedihannya. Adik berusaha menguatkanku dgn kata2 yg belum pernah aku dngar dri bibirnya: tabah ya kak, qta hrs relain bpk, kakak msh punya adik jg ibu..
Air mataku tak henti mengalir.

Sore sbelum pemakaman, sahabatku berbisik, dia mau pamit kembali ke kampus, dia harus belajar buat persiapan ujian besok..

Oleh: A A bil Haq
Kla-X

Friday, June 05, 2009

cerita


Ada satu hal yang bisa mengusik ketentraman hati.
Cerita tentang si dia.

Hujan tak henti mengguyur bumi Kepujang, sebuah desa di lereng gunung. Desa yang masih asri tak terjamah oleh moderenisasi, kecuali radio bertenaga batu batrei milik Ujang, anak kecil berperangai layaknya aktor kawakan di sinetron dewi dewi. Keseharian penduduk bercocok tanam juga berburu dan meramu, lebih dekat dengan kehidupan era pra sejarah. Hebatnya, penduduk sudah tahu akan keberadaan NKRI, juga beberapa seluk beluk pemerintahan di tingkat terbawah, yaitu kepala desa yang kerap mengenakan peci putih, sangat mereka hormati.
Suatu ketika, ada sekawanan <kata penulis, agar lebih terkesan brutal>, datang sekawanan mahasiswa pencinta alam dari kota yang singgah di desa. Penduduk yang antusias berebut kursi depan untuk melihat para mahasiswa pencinta alam tersebut. Apa gerangan yang aneh..

<bersambung>

Memo

Perbanyak bersabar dan berdoa... kita tidaklah sendiri!!

Komentar

Total Penggunjung

ifanxlv. Powered by Blogger.