Tuesday, May 19, 2009

[cerita] Toko Bunga milik Salmon


Bunga2 harum wanginya, itulah taman bunga impian wanita. Toko bunga yg sepi, ditunggui pemuda ktrunan tionghua, bernama Salmon, berkacmata,lebih ganteng dripada afgan, penyanyi terkenal itu.
Tampang ganteng tak mampu membuat toko bunga itu ramai, tiap hari hanya beberapa orang saja yg datang,namun kbykan hanya melihat2 tampa membeli. Kalo begini terus,toko ini bisa gulung tikar <Padahal di toko tdk ada tikar,ha3>.
Toko bunga milik Salmon tetap berdiri walaupun kurang laku,hanya ada beberapa alasan, salah satunya karena yg datang adalah cewek2 bermata sipit nan sexy, tiap hari mampir walaupun cuma lihat2 doang <lihat salmon yg ganteng maksudnya>.

Nah! ada alasan satu lagi kenapa toko bunga itu tetap berdri yaitu adanya pengunjung yg kadang curhat masalah cinta ato keluarga ke salmon, sbgai bonus tambahan dari membeli bunga yaitu nasehat <salmon suka bantu masalah cinta walaupun salmon sndri masih jomblo>.

Beberapa bln tetap berjalan, dan syukur terucap di hati Salmon karna tokonya kini makin rame, tetapi anehnya ramai bukan untuk beli bunga, tetapi ramai untuk lihat tampang salmon yg lbh ganteng drpda penyanyi terkenal itu.dan kbykan mereka curhat tanpa membli bunga,jd drimana pemasukan uang toko? Salmon jd frustasi,kebaikan dan tampangnya malah jd bumerang bgi kbradaan toko.

Akhirnya, salmon dpt ide,untuk menghentikan jualan bunga, diganti dgn wisma curhat. Dengan tarif 50rb untuk konsultasi selama stngah jam, bunga yg tdinya dijual menjadi gratis bgi yg konsultasi. Dmikianlah ide gemilang Salmon, dan alhasil toko bunga tdk jg gulung tikar,namun jd wisma curhat dgn tetap berfenomena bunga2 nan harum wanginya. Satu bulan berjalan, untungnya bs buat biaya kuliah dua semester. Yup, sukses buat Salmon!

Oleh assabiq arruya bil haq
<25 menit dibuat!>

Toko bunga minim pemasukan

0 komentar:

Post a Comment

SILAHKAN ISI KOMENTAR

Memo

Perbanyak bersabar dan berdoa... kita tidaklah sendiri!!

Komentar

Total Penggunjung

ifanxlv. Powered by Blogger.

Yang telah berlalu

Seberapa kenal anda dengan saya?