bagi mereka aku adalah sampah
jauh dari kata 'manusia'
dekat dengan kata 'tidak berguna'
sakit sudah lagi terasa
sungguh kini hanya ada senyum hampa
akankah mereka paham dan perduli?
Mereka menganggapku seonggok daging terbuang, penuh lara lagi sunyi sepi
tetap mereka sibuk dengan karya
karya terindah sepanjang lantunan derita panjangku
hilang pandangan mereka akan diriku
tidak lagi merunduk mukaku
tidak lagi berkaca mataku
gerakanku hanya keangkuhan tidak tertahan
sendiri dalam kerumunan senyum itulah aku
aku yang tidak pernah patah hati untuk membuat mereka tersenyum
oleh Assabiq Arru'ya bil Haq

0 komentar:
Post a Comment
SILAHKAN ISI KOMENTAR