Sunday, December 27, 2009

Tautan


Karya Kelima:
Tautan

Sepanjang jalan hidupku ada kenangan akan dirinya, sampai sekarang masih bisa kubayangkan bagaimana wajah ayunya menaungi pikiran. Inikah jatuh cinta? Kurasa saat ini aku memerlukan seseorang yang bisa memberikan kepedulian lebih terhadapku. Senyuman itu tetap ada selama ini, cinta pertama yang begitu menguras pikiran dan waktu. Apa daya seorang pecinta, kini aku tahu kebenaran tentang istilah cinta bisa membuat orang menjadi gila.

Kisah pertama bercinta memang sungguh mengasyikkan, tiada hari tanpa jauh dari ingatan tentang dirinya. Dia sungguh cantik mempesona, kelembutannya bagaikan kapas yang kerap berterbangan riang terbawa oleh sepoi angin, hidup serasa bertekuk lutut dihadapannya dan rela mati untuknya. Itulah keluhku akan cinta pertama. Ketika pertama kali bertemu, tidak pernah tergurat dalam pikiran tentang kejadian di masa depan, dimana kami berdua akan mengarungi lautan cinta.

Papan nama Ketimun Seluler di emperan jalan Malioboro menjadi saksi bisu pertemuan kami. Sungguh tidak terbayangkan bagaimana perjuangan beratnya menuju Jogja untuk menemuiku, mungkin tiap hari menyisihkan uang jajannya yang minim demi mewujudkan impian kami yaitu untuk bertemu. Tautan sorot mata kami, sorot mata penuh makna, membenamkanku dalam khayalan cinta.

Aku hanyalah lelaki biasa, merasa bahwa dunia akan terasa hampa tanpa kehadiran cinta. Itulah buaian dasyat yang dibuat secara tidak disengaja oleh cinta. Pertemuan singkat dengan dia merupakan sesuatu yang mengesankan, akankah kelak akan terulang kembali di cinta-cinta setelahnya?

Buat cinta yang hilang!

AA bil Haq
Sabtu, 05 Juli 2009
01:19 WIB (Dini hari)
Wednesday, December 23, 2009

Andro 1st


Tertanggal 20 April 2009 jam 02:54 dini hari, teruntuk kakak yang sedang terlelap di mimpi indahnya. Sebuah karya dari adik yang berjudul, “Rio Afonandro”.

Bagian Pertama,
Di pelataran tempatku bernaung, disinilah aku tinggal, beratapkan langit yang membaharu biru, sepoi air conditioner ber-aroma alami senantiasa aku hirup sepanjang hari.

“Namaku Rio Afonandro”, anak kecil tersebut berterus terang terhadap Pak Polisi.
Hari ini di kemacetan lalu lalang jalanan penat sepeda motor di kota kecil bernama Jogja yang terkenal se-antero jagad dunia.
“Kamu nemu dimana dompet ini?”, Tanya Pak Polisi berperangai bengis, dengan tutur kata kasar dan lugas dikarenakan ricuhnya suasana waktu itu, pinggir jalan Slamet Riyadi atau bisa disebut juga jalan Solo.
Andro panggilannya berkata, ”Apa Sir?”.
“Ooo budeg! Dimana kamu nemu dompetnya!”, dengan nada kesal seraya mengibas-ngibaskan dompet yang dipegangnya.
“Ohh.. sorry sir! Saya tadi nemu di emperan Malioboro”, Andro yang pernah mendapatkan nilai delapan di kelas bahasa inggrisnya di Sekolah Kehidupan.
“Kamu tahu siapa pemiliknya”, tandas Pak Polisi berseragam lengkap dengan pistol yang tidak pernah sekalipun peluru keluar dari peraduannya.
“Yang jelas bukan milik Andro, Sir! Makannya saya serahin ke Pak Polisi”, sedikit senyam senyum.
“Kamu ini! Okey, apa kamu tahu isinya Nak?”, Pak Polisi sambil mencoba membuka dompet itu yang ternyata hanya sesobek kertas terlipat usang.
“Kamu bercanda ya nak, dompet ini kosong! Buat apa kamu kasihkan ke Bapak? Bapak ini lagi sibuk. Jadi jangan main-main dengan Bapak. Bisa-bisa kamu saya amankan lho!”, kemudian membuka kertas usang tersebut dan membaca tulisannya.
 “Tolong kembalikan kepada yang punya! tertanda Udin”.

Semakin geram Pak Polisi ketika membaca tulisan tersebut.
“Andro tidak bercanda Sir, niat Andro baik kok, mau ngembalikan dompet ini ke orang yang bernama Udin, namun Andro tidak tahu alamat Udin, jadi mungkin Pak Polisi bisa bantu Andro, nyerahin dompet ini ke Udin.”
Nerocos keluar dari mulut murid SD sekitar kelas 6 di Sekolah Kehidupan, yaitu jalanan.
“Wah kamu ini baik juga ya Nak, namamu siapa tadi? Dengan mengusap kepala Andro sesekali sambil tersenyum pula.
“Rio Afonandro, Sir!”, Andro dengan menahan rasa bangga namanya dia kembali sebut.
“Dompet ini mungkin dijatuhkan dengan sengaja oleh si Udin ‘warga kampung sini yang paling ganteng’”, tegas Pak Polisi dengan tutur bahahasa mirip Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang berlagak jadi humoris. Lanjutnya,
“Sekolahmu di mana Nak? Kok jam segini udah pulang, kamu mbolos yah? Ga baik lho mbolos itu, entar siapa yang akan menjadi pengganti Pak Presiden SBY jika anak SD seperti kamu kerjaannya cuman membolos, nanti pinternya kapan?”
Berusaha mengakrabkan diri dan sadari hahwa yang dihadapinya adalah siswa SD bukan penjahat yang harus di pecundangi.
“Andro tidak sekolah kok Sir! Andro seorang artis, artis jalanan maksudnya.”
Senyam-senyum pertanda keluguan pada bocah tangkas ini.
“Kok tidak sekolah, kan sekolah itu penting, orang tuamu tidak tahu ya?”
“Andro ga punya orangtua kok Sir.”
“Andro hidup sendiri berselimutkan angin liar, tidur di emperan toko dan mandi di masjid-masjid, makan di tempatnya Bang Upik penjual nasi kucing dari Klaten. Kadang sih digratisi orang. ha ha ha”
“Malang benar nasipmu Nak, hidup sebatang kara..”, Pak Polisi memelas.
“Eitt.. sebatang kara itu apa Sir?”, potongnya.
“Hidup sendirian!”, Pak Polisi menjelaskan.
“Nggak kok, Andro ga sendiri, tuh temen Andro lagi ngemis di trotoar, tuh si Amin lagi rebutan botol bekas ama si Narti, tuh disana Mbok Inem sama anaknya yang masih bayi nyanyi di lampu merah, banyak kan Sir, temenku? Jelas Andro tidak sendiri, paling kalo malem aja, waktu mereka pada pulang ke rumahnya di Sraten. Andro sendri berjalan jauh banget sampai capek dan di situ Andro tiduran di tempat gelap, karena gelap itu hangat.“, sambil menunjuk ke tas kumal besar di bawah pohon yang mungkin tas itulah rumah kepompong Andro.
“Oh, tadi bahasa inggrismu kok bisa bagus banget! belajar dari mana?”
“Dulu Andro ikut ama Mbah Bule yang lagi liburan ke Jogja, empat hari Andro bersamanya, Andro dibeliin baju bagus ini, Andro dikasih uang segepok buat jajan di warungnya Bang Upik, diajari bahasa inggris, dibeliin tas, sendal jepit, minyak wangi ama selimut gedhe banget, tapi Andro harus nganter Mbah Bule keliling Jogja naik becak. Seneng banget Andro Pak, tetapi sekarang Mbah Bule udah balik ke rumahnya di Belanda.”, dengan suasana hati berbinar-binar.
“Dan hebatnya Sir, Andro dikasih nama belakang Afonandro, katanya sebagai kenang-kenangan biar tidak lupa sama Mbah Bule.”
“Wah hebat banget kamu Ndro. Napa kamu ga ikut saja ke Belanda?”
“Sebenere Andro mau diajak ke Belanda, mau disekolahkan biar bahasa inggrisnya lebih bagus, tetapi Andro terlanjur cinta Tanah Air, cinta Jogja. Andro lebih suka disini karena orang-orangnya suka senyam senyum dan suka ngasih uang di jalan walau ga sebanyak Mbah Bule.”

Betapa mirisnya hati Pak Polisi dengan perkataan Andro, terlebih dengan kata “..terlanjur cinta Tanah Air”, demikian dalam merasuk ke hati aparatur negara ini, membuat pikirannya menerawang jauh, ”Apa yang harus aku lakukan untuk laskar masa depan ini?”.

Teringat di sebelah rumah ada Ponpes anak-anak kecil, maka beliau berinisiatif memasukkannya di Ponpes tersebut. Andro juga senang sekali mendapatkan tawaran ini, karena Andro adalah anak berjiwa maju, setiap waktu renggangnya digunakan untuk belajar, meskipun dari buku bekas yang dibawa oleh Mbak Karni, mahasiswi yang baik hati, beberapa bulan mencurahkan perhatiaannya kepada anak jalanan, dengan mengajari mereka beraneka macam pelajaran khususnya membaca dan menulis.

“Dompetnya gimana Sir?”, celetup Andro sambil menunjuk dompet yang dibawa Pak Polisi.
“Dompetnya saya bawa ke markas agar bisa di klarifikasi dan temuanmu akan dimasukkan dalam laporan, bahwa ada anak yang baik hati telah menemukan dompet yang berisi kertas yang ditulis nama Udin, ‘warga kampung sini yang paling ganteng!’”
Sambil senyum dan memberikan kartu berisi nama dan alamat rumah yang nantinya akan membawa “Barokah”, apabila Andro bersedia mendatangi alamat tersebut. Perlahan Andro membacanya dengan terbatah-batah kartu nama tersebut.
“Na na,
na

ma ma,
ma

nama!!!

Uuu,
 u
dee de,
d
iii,
iin

Halah.
Sampeyan Pak Udin tho?!! ”, celetup Andro.
(,,-Sekian-“  ^_^  “)
Selesai ketikan 04:15 dini hari Oleh: HeCker
Terimakasih atas bimbingan dari Ibu Guru..
Nanda_Kasum
Di Gaten, Jogjakarta
Friday, December 04, 2009

CuplikAn


Ketika aku berjalan dalam keheningan, jalan yang sebenarnya ramai berdesakan para pejalan juga pengendara nampak tak terhiraukan. Tanpa sadar telah ribuan langkah ditepak oleh kedua kaki. Tidak tahu kemana arah dan tujuan, senantiasa semua tanpak hening dan terkadang memabukkan. Tiada yang hadir mengisi suasana perjalanan ini, langkah demi langkah dibuat secara tidak pasti. Elakan ke kanan dan ke kiri terasa menyejukkan tanpa sedikitpun terusik oleh kebisingan. Deru nafas pelan mulai mendesir kencang, hingga sejenak terpaksa kuhentikan langkah lemahku. Lalu ku rasakan sesak di dada, dan kucoba tuk bertahan dengan keadaan ini. Tak tahan sakitnya hingga spontan aku turun ke bawah, bersandar lutut kiri berpegang lepada aspal yang terasa basah akibat hujan beberapa waktu yang lalu. Udarapun juga menjadi lembab, tiada yang mengetahui jalanan selimut kabul tipis berwarna putih. Nafas yang terengah-engah tak goyahkan tekat untuk lanjutkan perjalanan tanpa arah ini. Tarik nafas dalam-dalam dan menahannya tuk beberapa saat kan membuatku lebih baik. Kemudian kembali berdiri kembali dan menjejakkan kaki dimulai dengan langkah kaki kanan untuk memulai perjalanan yang baru menuju suatu tempat yang mampu
menteramkan hati dan pikiran.
Wednesday, October 28, 2009

Besuk



Saturday, October 03, 2009

Chatting


talina: iya
ifanxlv: demikian terselubung bintang di jiwa.. terangnya terbelenggu hingga menyesakakan raga.. mereka tak tahu akan sinarku apalagi senyumku
ifanxlv: semua terbelenggu hingga membuat gusar aura hidup
ifanxlv: demikian pelik akan masalah hidup hingga bintang yang bersinar dalam raga menjadi kerak dan kemudian hilang..
ifanxlv: itulah yang akan terjadi bila terlupa akan usaha
talina: iya
ifanxlv: usaha yang membuat semua keindahan menjadi nyata.. di alam nyata keindahan akan menyinari dunia, senyum semua menjadi bahagia..
ifanxlv: hiduplah untuk berusaha dan menangislah karena pelajaran yang sangat berharga, itulah khilaf yang senantiasa menghantui sang surya, itulah diri kita
ifanxlv: manusia yang tiada sempurna.
talina: gud
ifanxlv: bye
talina: hati2 ya
talina: salam buat keluarga
talina: byeeee
Wednesday, July 29, 2009

Kehilangan Pena


Lantunan lagu terasa syahdu. Menemani sang pemilik jiwa pilu. Menenangkan semangat buta, mengakhiri pemberontakan kata.

Demikianlah, aku tengah kehilangan pena, berupa raga tuk bergelut dengan rasa cinta akan sebuah cerita..

Di tempatku terbaring, seakan jendela antar demensi terbentang, sampai bisa kulihat kalian menari-nari di atas awan. Menikmati keindahan ragam alam, melukis warna pelangi dan menggapai bintang dengan tinta di laut hitam
..
..
Tertegun aku hingga tak mampu berucap. Tentang kerinduan akan..
..
..sesuatu yang terpaksa dihilangkan!

Tuesday, July 14, 2009

[renungan]


Penggemar (Pilih lagumu!)
Pingin tau rasanya jadi penggemar? Simak baik-baik deretan kalimat berikut..

Pertama kali dia menyukai musik, ketika di kelas seni musik, para siswa satu per satu diwajibkan untuk melantunkan tembang populer di depan kelas. Padahal dalam hidupnya tidak terngiang sedikitpun tentang lagu-lagu populer saat itu. Lagu yg seyogyanya menghibur sekarang berubah menjadi tekanan dalam hidupnya. Hanya disuruh menyanyikan sebuah lagu populer, telah merubah hidupnya. Usia ke-17 belum bisa melantunkan lagu Sheila on 7 yang pada saat tengah mendasyat di kalangan pemuda seumurannya. Terpaksa dia harus mengobrak-abrik rak kaset milik bapaknya, tak ada kaset terbaru. Hanya ada beberapa puluh kaset bernuasa rock dan tembang kenangan. Mana yang populer? Kesemuanya termasuk klasik dan legend. Esok dia harus manggung, satu pilihan kaset yang bisa merubah hidupnya, mengajari apa itu persahabatan dan cinta. Kaset bertuliskan greatest hits, pasti tidak diragukan lagi pilihan ini. Lagu yang dipilih perlambang jalan hidup yang akan diambil, kadang lagu
hadir di dalam kesendirian, suka maupun duka. Kelak lagu tersebut akan menjadi diri kita, hingga bisa teringat akan kisah lalu pula. Lagu itu buatan orang lain namun tak sedikit ada yang menjadikan lagu tersebut menjadi milik pribadi.
Lagu pertama di hatinya, berjudul "Help!" dari The Beatles.
Perlambang kesendiriannya dalam hidup, akankah ada orang lain yang bisa membantunya agar hidupnya lebih hidup.

Boleh tau apa lagumu?

Oleh
A A bil Haq

Saturday, July 04, 2009

Karya ke-1


Karya Pertama:

Pembohong

 

Akhir-akhir ini aku sering lupa, apa ini pertanda usiaku bisa dikategorikan ke dalam usia uzur?

 

Baru saja saudara dari tanteku di barat pulau jawa menelpon, menagih janji. Janji apa yang Pipit maksudkan, Pipit nama pendeknya. Beberapa bulan lalu tanteku berkunjung ke rumah dan memperkenalkan seorang gadis berjilbab lebar, dan tak lain dialah Pipit, yang juga otomatis dia merupakan saudaraku, karena dia saudaranya tanteku, persaudaraan yang jauh intinya. Semoga paham.

 

Di akhir pertemuan singkat kami, tiba-tiba saja sebuah kalimat terlontar dalam mulutku, bisa dibilang basa–basi, kebiasaan orang yang berupaya ramah terhadap sang tamu, dan Pipit merupakan tamu. Kesediaanku mengantarkannya jalan-jalan keliling kota Jogja. Kalau mereka datang lagi bertamu di kampung halamanku, Klaten.

 

Akibat basa-basi ini kini hari-hariku menjadi merana, kenapa bisa basa-basi bisa membuat seseorang menjadi merana? Bagaimana ceritanya? Mari kita simak lebih lanjut lagi, singkat saja.

 

"Wahai sodaraku di kampung sana? Kini akini aku mau menagih janjimu!"

Janji apakah itu? Dalam benakku.

 

Setelah beberapa saat berbincang-bincang di telepon akhirnaya aku paham betul maksudnya, Pipit berkeinginan untuk kembali bertamu di rumahku dan berharap kesedianku untuk mengantarkannya keliling kota Jogja, menikmati suasana kota pendidikan dan pariwisata. Melihat-lihat betapa damainya para sopir becak juga para sopir kereta kuda yang di Jakarta jumlahnya jauh lebih sedikit daripada di Jogja. Kota Jogja diibaratkan sebuah miniatur surga bagi para pelancong yang haus akan pendidikan, kebanyakan pelancong pada betah dan tidak sedikit berencana menghabiskan sisa hidupnya di Kota Jogja ini.

 

Di shift-shift pabrik kini aku terjebak, kesibukan akan dunia kerja mmbuat jadwal hidupku berantakan, ditambah lagi permintaan Pipit tentang penagihan janji, hatiku terasa miris, gusar pula pikiran, di tengah kesibukanku apa aku mampu memenuhi janji yang sebenarnya hanya basa-basi ini. Apa aku hanyalah seorang pembohong yang berupaya menjadi tuan rumah yang baik? Maafkan aku Pipit.

 


Sunday, June 21, 2009

buat Sahabat


Buat sahabat

ali : maaf jarang bls chatboardnya. Feri ga tau aq kbrnya.
N2wus : loe ada di mana sekarang.
Inda.. : ke email ifanxlv@yahoo.com makasih kunjungannya.
Xlv's club : tetep semangat!
Yunda nanda : makasih puluhan komentarnya, setia bgt jd guru, bravo buat yunda!
Ifha : tetap yg dirindu
nda : betapa kejam dikau
kak novi : dinanti karya nya.
Teh jizah : dimanakah perhatianmu teh?
Potter : sukses pendadaran nya!
Ana : cepetan sukses yah!
Sesil : u hav forget it!
Fakusa : rame bgt fb loe, tetap fokus.
Aurorayani : its just joke!
Deb : miz u so friend.
Kha' ika : pa kbr?
Uni : dvd mp3 kajian tlg di siapkan.
Bone/aslan : sombong bgt loe skrng bro?he he
hendrix : jogja selalu menanti.
Woco : pokoke ko! Keep warming the brain.
Arif gamping : sukses gelar akt ugm nya! Dinanti film terbaru nya jg!
Heru 240 : met bulan madu..
Roun 240 : inget bulan juli, selamat yah. ^_^
ustman sbo 1500 : ha ha ha..
Hendra oprator press : jogja mania
all 330 and 240 squad : semangat!
Tmen2 fs dan fb : thanks
Makasih buat semua!

komentar


Maaf sebelumnya..
Untuk commentar bisa kirimkan email ke ifanxlv@yahoo.com atau ifanxlv@gmail.com
untuk sementara blog fokus ke posting tulisan dari Assabiq Arru'ya bil Haq, 2009.
Salam senyum buat pengunjung blog..
Saturday, June 20, 2009

Lukisan Langit


Tiap pagi anak itu menengadah ke langit, sekitar jam enam pagi rutinitas kerjany berlanjut dari hari ke hari yg sepertiny tak jauh berbeda yaitu menjadi kuli di pbrik pembuat makanan. Kalau ditanya alasan kenapa dia selalu bersemangat berangkat kerja, walaupun gaji di bwah rata2 dan pekrjaan menjadi buruh dmikian berat. Alasannya adalah lukisan langit. Di tiap pagi jg sore dia kerap terdiam dan tabju akan akan keindahan langit, awan yg beduyun2 mempercntik warna warni langit yg tidak kesemuanya biru, kan ada beberapa warna yg tak urung menyentak penglihatan.
Hanya mereka yg peduli dpt merasakan kedasyatan lukisan langit itu. Salah satunya ialah buruh pabrik ini.

Cantikny konon lebih menabjubkan dripada akhwat yg senantiasa mencuri pandanganny, satu profesi dan tman dlm perjuangan. Akhwat itu kerap melempar senyum manis dan membuatny luluh dlm buaian keindahan cinta. Siapa sangka akhwat itu bulan dpn akan menjadi milik orang lain selamany. Berarti cinta sesaat akan kandas dan inilah kekejaman dari cinta trhdap makhluk dunia, yg tak abadi.
Berbeda dgn cinta kepada indahny lukisan langit, yg selama hayat senantiasa di sisi sang buruh.

Oleh A A bil Haq

Tuesday, June 16, 2009

Shift Malam


Diwaktu kebanyakan orang sedang menikmati indahnya bunga tidur. Aku bersama teman-temanku tengah mendulang rizki malam ini, demi menyambung hidup. Di shift malam, masuk jam 22.00 dan pulang jam 06.00.

Kulihat dgn tatapan berkaca-kaca, ibu dan adik-adikku tengah terlelap berselimut tebal, yg tentunya hangat. Mereka sudah terbiasa dgn keadaanku seperti ini. Adik kecilku yg baru kelas 6 SD kerap terbangun, dia mengantarku keluar rumah sembari menggodaku dgn lambaian tangan, tak lama ditutupnya pintu rumah dan dikunci. Akupun berangkat kerja, pabrik yg lumayan besar, dan aku merupakan salah satu buruhnya.
Sungguh tidak mengenakkan berada di shift malam, hati tersiksa, bisa kau byngkan, malam waktu istrhat malah dipakai untuk begadang dalam artian positif yaitu bekerja. Andai aku bs bergabung dlm hangatnya selimut tebal di rumah.
Aku harus semangat, toh aku tidak sendri, masih ada teman-teman walau tidak sebayak di shift pagi dan siang.

Di dinginnya angin malam, memaksaku mengenakan jaket waktu kerja, walau sebenarnya tidak boleh, bahkan dmi menjaga paru-paru masker kerap dipakai. Perjuangan hidup yg akan aku ukir dgn tinta emas, perjuanganku di pabrik.
Kenangan tak terlupakan shift malam bertabur bintang..

<unfinished!>

Sunday, June 14, 2009

Siapa Aku?


Apa yg bisa membuatku bisa bercerita?
Jawabanya karena aku dianugerahi panca indra, dan perasaan dlm hati!

Langit sangat biru, tak aku lihat sedikitpun awan berterbangan di siang ini. Hanya biru, cukup biru untuk para penikmatnya. Sinar surya tak kulihat gagahnya, dikarenakan terhalang oleh pepohonan rindang di atas sana. Teduh jg sejuk di bawah sini, tak ingin aku terbang seperti burung, aku sungguh takut akan ketinggian, dari tempatku merebah sekarang sudah cukup membuatku nyaman. Di rerumputan byk hewan serupa serangga, nyatanya memang mereka benar semut. Mereka tak menggangguku akupun tak mengganggu mereka.
Angin sepoi-sepoi tak henti mengiringi rmbutku menari, tarian alami dan sungguh menawan.
Di telingaku mereka seakan membisikkan kata-kata cinta yg mampu menyihirku masuk ke alam serupa surga. Kepalaku dan tubuhku menjadi seringan kapas, ketika kupejamkan mata, tubuhku serasa melayang karena amat sangat ringan. Ketakutanku akan ketinggian menjadi terlupakan, sekarang yang ada hanya rasa nyaman dan nyaman..
Aku melupakan siapa aku dan apa saja masalahku. Bahkan aku lupa siapa namaku!
Hm.. Hari ini hari apa, entahlah! Aku tidak tahu..
Yg jelas aku sungguh nyaman.. Dan..
...
..
Zzz..
..
Zz
..
z
.
.
.

Oleh...

Zzz..
..
...
.
.

Karya Terbengkalai


Penulis yg satu ini sungguh payah! Untuk menyelesaikan sebuah karya yg boleh dibilang pendek memerlukan waktu berbulan-bulan. Tiap hari seharusnya bisa menulis paling tidak 10 lembar, jadi seminggu 7 hari bisa dapat mengahasilkan karya 7 X 10 lembar, 70 lembar, kalau sebulan jadi 4 X 70 lembar, 140 lembar. Lumayan bukan? Ini baru minimal.
Hm.. Penulis asli pasti jauh melebihi lembaran penulis gadungan ini. Dgn alasan byk kgiatan, akhirnya ke 140 lembar target semula menjadi terbengkalai, akhirnya penulis gadungan ini melupakan karya yg sedang dibuat. Karya terbengkalai tesebut bisa saja menjadi best seller apabila diselesaikan, aku hanya bilang tentang kemungkinan.
Toh bgs atau jelek sebuah karya merupakan pendapat orang lain, kalau pengarangnya sendiri pastilah berpikiran positif akan karyanya. Itulah penulis sejati!
Namun ini cerita tengang penulis gadungan yg mentelantarkan karyanya, padahal dahulu, pernah aku tahu bahwa dia sungguh berbakat, sekali mengedipkan mata, sebuah karya telah siap di pikiran, tinggal menuangkan dlm kertas. Puisi pun dia buat dlm hitungan detik, dia mampu menuangkan tiap kondisi menjadi syair yg mempesona.
Kini kekagumanku telah berangsur surut, aku kini malah membenci penulis gadungan itu. Aku lihat lembaran karya tersebar begitu saja di kamar, ditelantarkan oleh tuannya.
Oh, andai aku bisa mewarisi daya kreasinya, akan aku tuntaskan cerita tesebut. Aku ingin memiliki bakatnya, juga menjadi penulis.
Tetap saja ini hanya anganku..
Hah..
Sayang sekali.

Oleh: A A bil Haq

Thursday, June 11, 2009

Truntung


Macet, wah kini mobil tua yg ibu beli dgn susah pyah dari juragan keturunan cina di kota Solo. Waktu itu aku masih duduk di SMP. Mobil bak berwarna putih berbodi mungil yg kadangkala dikemudikan om untuk pergi ke kampus, namanya Truntung. Pada masa itu uang 4 juta masih bs dibilang byk, tdk seperti sekarang, uang 4 juta bisa beli apa? Kalo buat beli es cendol mah bisa buat renang, lha kalau buat beli kendaraan bermotor? roda dua saja tdk dapat.
Keseharian digunakan untuk kulakan mebelair, karna ibu seorang pedagang furniture. Kalau lg byk duit, ya kami ke moll atau makan2 di restauran, aku dgn adikku naik di bak belakang, memakai tikar, beratapkan langit. Tidak lupa membawa bantal jg selimut, tak perduli kalau kendaraan di belakang melihat kami tiduran, tinggal senyum lalu daa daa..
Asik bukan! Naik mobil mungil di bak belakang, beruntung dulu Pak Polisi pengertian, jd tdk pernah ditilang.

Kenangan masa kecil, di bak mobil Truntung.. Menikmati perjalanan, sambil melihat bintang dan kadang terganggu oleh sorot lampu kndraan di belakang. Tanpa rasa malu, toh kami makan di restoran mewah.

Oleh A A bil Haq
Kla-X

Tuesday, June 09, 2009

Andro Menjadi Seorang Pelukis


Di jalan solo, pinggir jalan, terdapat rumah dengan model lucu, mirip bangunan kastil di negeri dongeng, Andro begitu terkesima dengan kerucut-kerucut yang menjulang ke langit. Ada tulisan Musium Affandi. Mm, walaupun Andro tidak pernah lulus sekolah, Andro tau kalo Affandi adalah seorang pelukis terkenal di dunia. Karya lukisannya pasti lebih mahal daripada mobil bermerek buatan Jepang.
Angan-angan Andro membumbung tinggi, membayangkan kalau dia adalah seorang pelukis terkenal. Akan ada galeri-galeri dan pameran lukisan pribadi. Kalau ada 500 pengunjung tiap harinya dan pameran hanya berlangsung 2 hari, maka bisa dihitung total jumlah keseluruhan pengunjung yaitu 500 X 2 hari= 1000 orang. Wow! Bisa buat partai politik, pinta Andro dalam hati. Apabila harga satu tiket, 5000 rupiah, maka dapat dihitung pula pendapatan pameran, 1000X5000= 5000000 rupiah.
Lima juta rupiah! Wah! Bisa beli permen 10 karung! Dasar pikiran anak kecil, yang ada permen, coklat, mainan dan wisata.
Tiba-tiba Andro terbangun, kebingungan tengok kanan kiri sambil mengucek matanya yang lekat dengan bajunya. Suara tlakson mobil memecah ketidaksadarannya. Akhirnya Andro tersadar bahwa baru saja dia bermimpi, ketika itu disampingnya terdapat buku gambar yang usang juga pensil yang sudah patah menjadi dua bagian. Andro meraih keduanya dan berusaha menyatukannya kembali, namun sayang sudah tidak bisa lagi menjadi sediakala.

Menghela nafas karena sudah pasrah dengan apa yang terjadi terhadap pensil satu-satunya.
Lagi-lagi Andro harus ngamen mengumpulkan recehan koin rupiah untuk membeli pensil, inipun demi membuat mimpinya menjadi kenyataan, yaitu mimpi tentang...
...
..
.
..
...

5 juta!?!

Oleh A A bil Haq
Kla-X

Special thanks:
Ibu guru Nanda_kasum di Jogja
dan
Kak Novi
di Sekolah-Kehidupan

Pemilik Wajah Muram


Lima tahun telah berlalu begitu cepat..

Disini aku masih termangu sendiri, sesali diri akan ketidakmampuan menggapai bintang kejora. Di kepala selalu ada kata andai, andai dan andai.
Baru aku sadari hari-hariku kini menjadi suram akibat terlalu banyak berandai-andai. Penyesalan selalu datang telat, ketinggalan kereta express mungkin. Inilah yang terjadi malam ini, aku pemilik wajah muram!

Rencana pernikahanku dengan cinta menjadi terbengkalai dan aku bisa meyakinkan diri kalau hari yang selalu aku rindu akan sirna tak berbekas senyum. Kepercyaan ialah komitment kami, namun apa yang terjadi? Di tengah jalan dua sejoli menjadi terbelah, berpisah dengan alasan yang sungguh logis. Cinta kami serupa monyet, jelek lagi berbulu!

Itulah bentuk asli cinta kami, tak patut menjadi abadi kecuali semua penyesalan yang telah terjadi. Penyesalan berbumbu wajah muram. Wajah muram hanya milikku seorang, dan tak kubiarkan cinta memiliki wajah muram. Sekalipun cinta bertanya kabarku,aku kan berusaha menyembunyikan wajah muramku. Aku akan senyum, karena aku pandai bikin senyum orang lain, dengan polah tingkahku yang aneh lagi cerdas, kupastikan mereka bisa tersenyum dan tertawa lepas. Itulah aku, dan wajah muram ini hanya milikku juga hanya aku yang tau!
Menyedihkan memang, bersembunyi di balik senyum manisku.
Cinta disana lagi berbahagia, dan aku tau kehadiranku tak berarti lagi. Jadi aku punya kesmpatan tuk sembuhkan luka hati. Jika cinta membutuhkanku,aku akan segera datang dengan memakai topeng senyum dan berstatus sebagai sahabat.
Sungguh cinta dalam bentuk monyet begitu menyiksa! bayak yang akan menjadi kenangan indah..
Cuma itu kekuatan dalam wajah muram untuk hidup, yaitu melihat cinta berbahagia.

Oleh A A bil Haq
Kla-X

Monday, June 08, 2009

Sahabat Vs Cinta


Tit tit tit..
Aku segera meraih hp 6030ku. Kubaca sms terbaru yg berasal dari tmanku kuliah: bro aq dah beresin masalahmu! Besok ketikan skripsimu tinggal kau ambil. Smua udah aq urus.. Sampai ke pembayaran ujiannya jg.

Nah, bgtulah isi sms dr sohibku yg bernama Dery, apapun yg kubutuhkan selalu diperjuangkannya dgn penuh pengorbanan, itulah sahabat karib yg sudah bisa dikatakan melebihi ikatan keluarga. Kami bagai saudara,walau tdk sedarah. Uang tak lg jd masalah,jika aku tdk pnya uang maka tnpa diminta dia bersedia memberiku uang,dan akupun dmikian.Bahkan sering kami makan di piring yg sama ktika keuangan sdng parah2nya.Baru kukenal dia ketika awal kuliah,sampai dtik ini,kami bahkan sudah hampir lulus. Berjuang menghadapi rumitnya dunia kampus,selalu berdua,saling menopang tak terpisahkan.itulah kami sahabat.

Di rumah aku memiliki satu adik, umurnya berselisih dua tahun dgnku.Tiap ketemu kami jarang akur,bahkan tak jarng aku dgn adik selalu ribut gara2 masalah sepele.Pernah kepalaku dilempar gelas waktu itu, gara2 rebutan remote tv. Itulah persaudaraan sedarah kami. Penuh dgn amarah dan dendam. Hingga aku jd malas pulang karena ada adikku di rumah. Sungguh berbeda dgn persahabatanku di kampus yg sangat indah.

Tit tit tit..
Suatu hari ada sms dari adikku di rmh mengabarkan klo bapak telah meninggal dunia krna musibah yg trjadi di jalanan ibukota. Aku diantar oleh sobat setiaku pulang, sampai di rmh telah byk para pelayat, kulihat ibu jg adikku berkaca2 matanya. Kuhampiri mrka dan spontan kami berpelukan tuk berbgi sisa2 kekuatan. Sudah lama aku ga sedekat ini dgn adik, baru aku sadari bhwa adik bgtu menyayangiku, terlihat di puncak2 kesedihannya. Adik berusaha menguatkanku dgn kata2 yg belum pernah aku dngar dri bibirnya: tabah ya kak, qta hrs relain bpk, kakak msh punya adik jg ibu..
Air mataku tak henti mengalir.

Sore sbelum pemakaman, sahabatku berbisik, dia mau pamit kembali ke kampus, dia harus belajar buat persiapan ujian besok..

Oleh: A A bil Haq
Kla-X

Friday, June 05, 2009

cerita


Ada satu hal yang bisa mengusik ketentraman hati.
Cerita tentang si dia.

Hujan tak henti mengguyur bumi Kepujang, sebuah desa di lereng gunung. Desa yang masih asri tak terjamah oleh moderenisasi, kecuali radio bertenaga batu batrei milik Ujang, anak kecil berperangai layaknya aktor kawakan di sinetron dewi dewi. Keseharian penduduk bercocok tanam juga berburu dan meramu, lebih dekat dengan kehidupan era pra sejarah. Hebatnya, penduduk sudah tahu akan keberadaan NKRI, juga beberapa seluk beluk pemerintahan di tingkat terbawah, yaitu kepala desa yang kerap mengenakan peci putih, sangat mereka hormati.
Suatu ketika, ada sekawanan <kata penulis, agar lebih terkesan brutal>, datang sekawanan mahasiswa pencinta alam dari kota yang singgah di desa. Penduduk yang antusias berebut kursi depan untuk melihat para mahasiswa pencinta alam tersebut. Apa gerangan yang aneh..

<bersambung>

Wednesday, May 27, 2009

FW: <cerpen> Surat Buat Adinda 2


----- Original Message -----
Subject: &lt;cerpen&gt; Surat Buat Adinda 2
Date: Wed, 27 May 2009 0:39:09
From: ifan yudianto <ifanxlv@yahoo.com>

oleh: A A bil Haq
To: "forum_lingkarpena@yahoogroups.com" <forum_lingkarpena@yahoogroups.com>
Cc: "sekolah-kehidupan@yahoogroups.com" <sekolah-kehidupan@yahoogroups.com>
MIME-Version: 1.0
Content-Type: text/plain; charset=us-ascii

Di dalam kerinduan terhadap saudariku di pulau nan jauh disana, surat yang ditulis di bawah terangnya sinar bulan.

...

Teruntuk Adinda,
Akhirnya kakak bisa tau keadaan dinda di pulau rantau sana. Setelah pak pos sudi bertamu di halaman rumah kita yang sederhana, beliau memberi kakak sepucuk surat ditambah dengan senyum manis mengembang di wajah keriputnya. Terimakasihku kepada beliau, bapak pegawai kantor pos, juga adinda yang sudi meluangkan waktu di jam-jam padat mata kuliah di kampus.
Sesegera setelah beliau pamitan, kakak buka lembaran amplop putih bergambar daun cinta kecil di pojok kiri atas, kakak percaya adindalah yang membuatnya, dan mata kakak tak henti untuk berkaca-kaca. Kubuka lembaran isinya, hanya pendek, tulisan tangan dari adinda.
&quot;Tertanggal, 19 April 2009. Kak, uang jajanku sudah habis! Besok awal bulan cowokku ultah, aku tdk punya uang tuk beliin cowoxku hadiah, mohon kiriman uangnya, segera! Ttd, adindamu.&quot;

Sebagai buruh pabrik dengan gaji pas-pasan seperti kakak, tiap bulan harus mengkirimkan sebagian besar gaji kepada adinda yang sedang menimba ilmu di kampus seberang pulau. Tak khayal, harus hutang sana sini ketika adinda mulai registrasi di awal semester, jumlahnya cukup banyak. Untuk biaya hidup adinda dan di kampung, kakak masih belepotan, ingat gaji buruh pabrik berapa, dibandingkan dengan biaya keseharian mahasiswa tiap bulannya?

Cowok adinda ultah awal bulan? maaf,mungkin hari bahagia tersebut sudah terlewat, beribu maaf dari kakak
uangnya baru dikirim sekarang.
Bersama surat ini kakak kirimkan sejumlah uang yang bisa adinda gunakan.

Dengan besar harapan dari kakak, adinda segera lulus menjadi sarjana, dan bisa membantu meringankan beban kakak, menyekolahkan adik bungsu ke sekolah dasar di dekat rumahnya pak lurah. Orang tua kita telah dipangil-NYA, maka kewajiban kita lah untuk menafkai dan menyekolahkan adik bungsu.

Segeralah lulus dan pulang.
Kakak juga adik bungsu kangen adinda.


Salam,
kakakmu di kampung/26 Mei 2009.
...

Thursday, May 21, 2009

[catcil] Renungan II


Pernahkan kau rasakan cinta sejati?
Anggap saja belum pernah, dan berikut kisah yang bisa kita pelajari.
Dahulu, sekitar 2004 aku pernah melanggar prinsipku untuk tidak pacaran. Sejak mei itu, dalam perjalananku ke Bebeng, salah satu daerah wisata gunung merapi Djogjakarta, aku dan dia saling mengutarakan isi hati, walaupun ini adalah cintanya yang kedua. Pikiranku rasanya terbang ke rumahnya di jakarta barat, tubuhku ada di gunung yang beberapa bulan kemudian batuk-batul, meler larvanya, seiring dengan terkenalnya nama juru kunci gunung, mbah marijan.

Di dinginnya udara gunung, aku tampak lemah lunglai, terbuai hangatnya cintanya. Ini pertama kali kurasakan betapa indah cinta SEMU. Dia mencintaiku karna ALLAH, namun dia lupa berkata kalau cinta berpisah juga karena ALLAH. Dari awal cerita indah itu, ditengah kegaduhan teman-temanku yang menenggak khomer dan disaat senyap malam terpecah oleh suara gaduh tenda milik para mahasiswa mahasiswi yang mengaku diri sebagai pencinta alam. Entah apa gerangan di pikiran mereka, membuat busuk udara di gunung ini. Pencinta alam sejati adalah seorang temanku, bernama Mubarok yang artinya kemenangan!
Di gelapnya malam terang bintang dia mengajakku untuk sholat, menghadap kiblat yang tentu saja menembus puncak merapi, sampai ke kota mekah. Diterjalnya kerikil gunung yang kami anggap suci, berjamaah bersujud menunaikan ibadah, menghiraukan yang mabuk dan tenda lain milik mahasiswa. Kami menemukan kekhusukan waktu itu. Doaku untuk cinta sejak itu mulai terbisik dalam hati.

Pecundang cinta, akankah cintaku bertahan sampai akhir...

5 tahun kemudian!

Aku disini sendiri tetap dengan doa akan kebahagian keluarganya. Agar dia selalu diberi rizki yang mudah dan berlimpah, dia juga suaminya agar segera memiliki mujahid atau bisa disinonimkan dengan buah hati atau anak. Sungguh kebahagian bagiku jika kehidupanya bergelimang kebahagiaan.
Doaku selalu ada untukmu!

Dari si Pecundang Cinta

A A bil Haq
di AQUA KLT

pic dannone




Tuesday, May 19, 2009

[cerita] Toko Bunga milik Salmon


Bunga2 harum wanginya, itulah taman bunga impian wanita. Toko bunga yg sepi, ditunggui pemuda ktrunan tionghua, bernama Salmon, berkacmata,lebih ganteng dripada afgan, penyanyi terkenal itu.
Tampang ganteng tak mampu membuat toko bunga itu ramai, tiap hari hanya beberapa orang saja yg datang,namun kbykan hanya melihat2 tampa membeli. Kalo begini terus,toko ini bisa gulung tikar &lt;Padahal di toko tdk ada tikar,ha3&gt;.
Toko bunga milik Salmon tetap berdiri walaupun kurang laku,hanya ada beberapa alasan, salah satunya karena yg datang adalah cewek2 bermata sipit nan sexy, tiap hari mampir walaupun cuma lihat2 doang &lt;lihat salmon yg ganteng maksudnya&gt;.

Nah! ada alasan satu lagi kenapa toko bunga itu tetap berdri yaitu adanya pengunjung yg kadang curhat masalah cinta ato keluarga ke salmon, sbgai bonus tambahan dari membeli bunga yaitu nasehat &lt;salmon suka bantu masalah cinta walaupun salmon sndri masih jomblo&gt;.

Beberapa bln tetap berjalan, dan syukur terucap di hati Salmon karna tokonya kini makin rame, tetapi anehnya ramai bukan untuk beli bunga, tetapi ramai untuk lihat tampang salmon yg lbh ganteng drpda penyanyi terkenal itu.dan kbykan mereka curhat tanpa membli bunga,jd drimana pemasukan uang toko? Salmon jd frustasi,kebaikan dan tampangnya malah jd bumerang bgi kbradaan toko.

Akhirnya, salmon dpt ide,untuk menghentikan jualan bunga, diganti dgn wisma curhat. Dengan tarif 50rb untuk konsultasi selama stngah jam, bunga yg tdinya dijual menjadi gratis bgi yg konsultasi. Dmikianlah ide gemilang Salmon, dan alhasil toko bunga tdk jg gulung tikar,namun jd wisma curhat dgn tetap berfenomena bunga2 nan harum wanginya. Satu bulan berjalan, untungnya bs buat biaya kuliah dua semester. Yup, sukses buat Salmon!

Oleh assabiq arruya bil haq
&lt;25 menit dibuat!&gt;

Toko bunga minim pemasukan

Sunday, May 17, 2009

(story) sms ifah


Rasanya jatuh hati.
Pernahkah kalian menyukai seseorang yg senantiasa kebetulan hadir di hari-hari anda?
Inilah kisahku yang singkat tentang bagaimana aku tertarik kepada seseorang yg aku panggil adik.
Aku hoby chatting, kbetulan aku kenalan dgn seseorang yg bernama ifah. Anakny polos dan kalem dgn jilbabnya berwarna putih, sungguh manis foto yg kudapat darinya. Sesekali aku telepon dan sms, lama kelamaan menjadi lbh keseringan. Hingga akhrny seperti pinang dibelah dua, kompak dlm diskusi apa saja,sampai ke hal-hal keseharian dari cuci muka sampai cuci kaki.
Tiap hari lebih kurang 3 jam waktuku bersama ifah, ada saja bhn pembicraan. Sayang jarak bgt kejam terhadap kami,hingga sampai saat ini kami belum ditakdirkan untuk ketemu langsung &bertatap muka. Hanya foto mungil dan beberapa puluh lembar surat yg menjadi bukti keakraban kami.
Ifah baru semester kedua dan aku sendiri sudah menginjak semester terakhir, persamaan jurusan yg diambil membuatku sedikit berbangga karena aku dapat mengajari ifah apa yg belum dia ketahui, aku senang, rasanya aku memiliki adik perempuan.
Ifah juga bukan kepalang senangnya karena tahu kalo aku telah menjadi kakaknya, walau bukan kandung. Hari-hari berlalu dgn indahnya, hubungan kami masih terjaga, terkadang berbumbu canda dan duka, kami tetap setia walau bukan pacaran.
Setelah aku wisuda, dengan penuh rasa canggung, aku mencoba menembaknya, atau lebih tepatnya menjadikannya kekasih.
Dengan hati resah aku tunggu jawaban yg dia janjikan pada malam ini.
Sms masuk seperti biasanya. Aku senang sekali! Ini dari adik ifah. Asik

&quot;Assalamualaikum wahai kkqu tersayang,
Adik senang sekali bahwasannya kk sgt menyayangiku, dan demikian pula adik. Sesungguhny Ifah kini sedang dlm kebimbangan, ada ikhwan yg melamar adik. Dan hari ini pula ifah hrs memblas lamaran tsbt.sebenarny ifah syg kakak,tetapi ifah lebih sayang ALLAH. Ifah tdk ingin trjbk oleh hawa nafsu dgn berpcrn, maka ifah menerima lamran tsb. Smga kk2 sadar&mau memaafkan adikmu.. ws&quot;

Saturday, May 16, 2009

Kos


Di sebuah kamar syarat akan ketenangan, ada tv 14 inchi, ada buku di rak yang aku koleksi sejak kuliah di universitas swasta di bandung, namun sayang, mengingat untuk melanjutkan ke jenjang sarjana memerlukan biaya yang tidak sedikit maka aku terpaksa rehat sementara, menunggu uang kembali terkumpul.
Kembali ke kamarku yang jika ada teman berkunjung akan terasa pengap, aliran udara hanya berputar saja. Sering kali pintu kamar aku biarkan terbuka, namun tidak begitu lama. Tempat tidurku yang empuk lengkap dengan perkakas penanak nasi. Semua serba ada di kamarku. Inilah rupa kamar kos, penuh sesak barang rumah tangga yang seharusnya tidak ditempatkan dalam satu ruang. Benda kesayanganku adalah komputer, jendela antar dunia mimpi dan nyata, yang merupakan temanku dikala sepi. Aku serasa hidup di duniaku sendiri. Kamar ini adalah tempat dimana aku bisa habiskan waktu, dengan membaca buku, nonton film, dengerin musik, membuat karya tulisan yang kelak akan membuatku kaya raya terlepas dari belenggu hutang dan kebodohan. Aku benci dikuasai uang, aku ingin uang yang bertekuk lutut di hadapanku. Tampa uang studyku akan sirna, namun aku sungguh benci diatur uang. Ada teman yang mengingatkanku agar tidak terlalu banyak berada di kamar kos, bisa-bisa ketinggalan
jaman kata mereka. Beberapa bulan berkarya, akhirnya novelku jadi dan beruntung lagi, ada penerbit yang tertarik, aku sangat senang, namun tidak disangka-sangka aku didera sakit yang berkepanjangan mataku sakit dan tubuhku lemas karena kurang olah raga, itu kata dokter. Sekarang aku harus opname di rumah sakit, dan uang hasil penjualan buku novel habis digunakan untuk biaya pengobatan, lagi-lagi aku harus menunda melanjutkan kuliah s1, dan parahnya uang kuliah juga harus dikumpulkan dari awal lagi. Andai saja aku kemarin mau keluar kamar beberapa jam dalam sehari. Tentu semua ini tidak akan terjadi. Doakan kesembuhanku! Makasih.

Special thanks to kak Novi
oleh A A bil Haq

Surat untuk Adinda


Disana adindaku berjuang menimba ilmu. Berbekal keimanan dindaku bertahan pula dari godaan hawa nafsu. Sempat aku bayangkan hidup di kos yang jauh dari pengawasan orang tua, saat dimana kebebasan berada di depan mata.
Dulu aku juga seorang anak kos, kualami betapa dasyatnya godaan tentang iman. Kos yang penuh damai tiba-tiba bisa terusik oleh kedatangan anak muda yang bejat akhlak moralnya. Kutahu darinya bahwa mudah untuk mempermainkan hati gadis yang keperawanannya di ujung tanduk. Gadis bodoh pintaku, betapa mudah mereka tergiur bujuk rayuan gombal.

Adindaku di pulau seberang sana, janganlah dinda tergoda mulut manis pria. Akan ada seribu kebohongan tentang mereka, mereka senantiasa menunggumu lemah dinda. Kumohon, jagalah dirimu dinda, pertebal imanmu dengan beribadah kepada-NYA. Hanya kepada-NYA lah kita berlindung, dan hanya dari-NYA lah kita diberi keselamatan. Dunia luar begitu kejam dinda, carilah teman-teman yang akhlaknya mulia. Belajar dan berjuanglah meraih cita-cita.

Dari seorang kakak

Untuk adinda tersayang.

Thursday, May 14, 2009

"Inspirasi"


Mbak Karni: Siapa yang bisa menjelaskan apa itu &quot;Inspirasi&quot;, mbak akan beri hadiah!
Nurmi: &quot;inspirasi?&quot;, waduh, apa ya?
Sambil membolak-balik buku bacaan berbahasa Indonesia.
Amin: mmm.. Inspi.. rasi..hm..mm..
Sambil membuang muka ke arah Andro dan Nurmi.
Mbak Karni: ayo siapa yang bisa jawab? Hadiah udah menanti.
Sambil memainkan gantungan kunci bertuliskan &quot;BLOW UP YOUR MIND!&quot;.
Andro malah berupaya cuek, sambil bersiul bagai anak burung memanggil induknya. Amin kerap menjambak rambutnya sendiri, memikirkan kata-kata apa yang tepat untuk menjelaskan &quot;inspirasi&quot;. Nurmi memejamkan mata, terlihat wajah lugunya mengkerut, mungkinkah terjadi kilatan hebat di kepalanya.
Mbak karni: oke, time is over. Kita mulai dari kamu yang ditengah, ananda Amin bin Sulaiman.. Ayo, jelaskan apa itu &quot;inspirasi&quot;.
Amin tetap mengacak-acak rambutnya tanpa mengeluarkan kata-kata selain, mmm.. dan Hmm..
Mbak Karni: tiga, dua, satu, gagal. Oke, giliranmu sayang.. &lt;nurmi&gt;
Nurmi: apa ya mbak? duh sulit banget mengutarakannya.
Mbak Karni: orang bisa dikatakan pandai jikalau orang lain bisa menikmati kepintaran orang tersebut. Jangan dipendam saja dong, biar kita disini semua bisa tahu kebolehan Nurmi dalam menelaah kata. Luapin dan keluarin potensi terpendamnya.
Nurmi: mm..masih belum bisa keluar mbak.. Sulit sekali, sebenarnya kata &quot;inspirasi&quot; tidaklah asing bagi nurmi. Namun untuk menjelaskannya dengan kata-kata itu sangat sulit.
Mbak Karni: oke, ni harapan mbak yang terakhir, ananda Rio Afonandro bin fulan &lt;tidak diketahui&gt;. Silahkan ambil gantungan kunci ini kalau ananda bisa..
Andro: senyum dan siulanku bukan berarti bahwa ananda mengacuhkan mbak dalam sesi kursus belajar kilat ini.

Dengan gaya puitis.
..
Andai saja burung yang berterbangan itu tidak ada di dunia ini, kita mungkin tidak akan bisa tahu kata berawalan P berakhiran T lebih lengkap lagi &quot;Pesawat&quot;.
Maaf mbak, andinda tidak bisa menjawab arti kata &quot;inspirasi&quot;.

Mbak Karni tersenyum kecil.

Oleh Assabiq Arru&#39;ya bil Haq

Tuesday, May 12, 2009

Hari Kenangan


Dear,
Temanya tetap sama semenjak tahun 2004, jadi sudah 5 tahun. Kalo bocah, seumur itu sudah bisa berjalan dan celoteh lucunya bisa buat seisi rumah tertawa lepas, atau mungkin akan kerepotan dengan tingkah polah yang terkesan manja. Di tahun ke-lima, doanya akan menjadi berbeda dari 3 tahun-tahun awal. Seperti halnya di tahun kemaren, semoga kebahagian senantiasa bersama Nda, lekas sehat kembali, lalu pola makan tolong lebih di manage dengan bijak. Kalau butuh apa-apa tinggal bilang ke asisten, just call 085647???989. Insyallah, akan bantu sekuat tenaga. Kalo perlu semua pasukan elit nya akan diterjunkan.

,-xLv-&#39;

Monday, May 11, 2009

12 Mei


12 mei
Hari Kenangan..
Sunday, May 10, 2009

Beli Mobil-mobilan dan Menabung


Beli mobil-mobilan dan menabung

Andro: kalo hari ini aku dapat uang banyak, uangnya tidak akan aku tabung, uangnya aku akan tukarkan dengan 15 mainan mobil-mobilan.
Amin: lho, kok mainan? Bukankah kamu ingin sekolah ndro!orang yang sekolah itu suka menabung, itu yang diajarin ibu guru.
Nurmi: betul tuh kata amin,aku lebih setuju bila uang, pengahasilan dari ngamen, kamu tabung untuk masa depan. Bukankah cita-citamu mau sekolah di luar negeri ndro?
Andro: iya,cita-citaku memang begitu,tapi setelah diberi tau mbak karni kalau mau sekolah di luar negeri dibutuhkan uang jutaan rupiah, maka andro berinisiatif untuk beli mobil-mobilan dulu.
Amin: wah! Cita-citamu sungguh tinggi ndro, bukankah seharusnya uangnya ditabung buat sekolah, bukan beli mobil-mobilan, jangan nyerah dong!
Nurmi: iya jangan nyerah,tetap menabung sampai uangnya cukup buat biaya sekolah.
Andro: biarin aja! Andro suka mobil, ntar mobilnya andro pamerin ke anak-anak sd di samping rumahmu min, lalu kalo mereka pingin dan tanya dari mana andro membeli, andro akan menjawab, di toko, tetapi jangan harap mereka menemukan mobil serupa milik andro, karena udah andro borong, lalu kalo mereka mau, mobil-mobilan milik andro yang masih 14 jumlahnya, boleh mereka beli, tetapi dengan harga yang sedikit mahal dari harga di toko. Kalo udah lalu semua, uangnya andro beliin mobil-mobilan yang lebih bagus lagi..
Lalu dijual lagi, lama-lama andro bisa beli mobil beneran, lalu dijual lagi dengan harga tinggi dan untungnya bisa buat andro sekolah di luar negeri. He he he

Nurmi dan amin geleng-geleng kepala dibuatnya.

Sekian
assabiq arru&#39;ya bil haq

Thursday, May 07, 2009

hening


Terpatri di benak terdalam akan kata, ketidakberdayaan ,dimata bunda.
Sembari menciutkan nyali tuk bilang aku berani menanggungnya!
Kehilangan orang yang dicintai kini semakin menghantui, dan membuat merana.
Dilemahkan lagi oleh kerinduan akan peluk sayang dari-Nya, walau sejatinya sungkan tuk mengeluh sepanjang waktu.
Derai tangis sudah mengebam hingga tak ada lagi yang tersisa.
Kini beban semakin bertambah, dan hutang semakin mengembang.
Meledak kepala rasanya jika ingin aku lukiskan.
Sewajarnya rasa syukur selalu terucap, namun di tiap kata bunda, lahirkan sayatan di hati terdalam, persis sama waktu kehilangan cinta.
Adik jauhku bukan kepalang bangga akan kebohongan tutur kata yang aku buat, entah sampai kapan mereka akan sadari, bilamana ribuan kata kecewa hadir di sela hari-harinya, aku sungguh akan merana.
Penat datang bilamana diri mengutuki jiwa yang tak lagi suci.
Hadirnya senyuman akan selalu aku nanti..
Dari siapapun dan kapanpun bagi yang perduli!

A A bil Haq

Wednesday, May 06, 2009

Gaun Pengantin


Di emperan sebuah toko pakaian bernama &quot;Khasanah&quot;, Andro dan Nurmi tertegun ketika melihat gaun pengantin islami berwarna putih, begitu anggun lengkap dengan hiasan bunga lily berwarna kuning terangkai cantik di etalase.
Nurmi: &quot;Wah, bagus banget gaun-nya, gimana menurutmu ndro, apa aku pantas memakainya?&quot;
Andro: &quot;Pantas! Besok aku beliin satu lusin, lengkap dengan bunga-bunganya. Kalo perlu sama pengantin pria-nya sekalian, sumua aku beliin khusus buat kamu dinda, tetapi bukan sekarang, namun suatu saat nanti jika aku sudah kaya dan punya lima hotel bintang lima, saat ini aku cuma ada uang lima ribu lima ratus rupiah di saku celana yang sobeknya ada di sana sini.
Jadi sekarang dinda doain aja, secepatnya aku bisa kaya!&quot;

Kebahagiaan


Kebahagiaan diri sendiri lahir ketika kau mampu membahagiakan orang yang kamu sayangi tanpa mengharap sesuatu kecuali kebahagiaannya.
Apabila tidak bisa membahagiakan orang yang kamu sayangi, hatimu akan remuk, dihancurkan oleh ketidakberdayaan.
Thursday, April 30, 2009

Poem: Senyum Untuk Mereka


Terusik kata bosan
bagi mereka aku adalah sampah
jauh dari kata &#39;manusia&#39;
dekat dengan kata &#39;tidak berguna&#39;
sakit sudah lagi terasa
sungguh kini hanya ada senyum hampa
akankah mereka paham dan perduli?
Mereka menganggapku seonggok daging terbuang, penuh lara lagi sunyi sepi
tetap mereka sibuk dengan karya
karya terindah sepanjang lantunan derita panjangku

hilang pandangan mereka akan diriku
tidak lagi merunduk mukaku
tidak lagi berkaca mataku
gerakanku hanya keangkuhan tidak tertahan
sendiri dalam kerumunan senyum itulah aku

aku yang tidak pernah patah hati untuk membuat mereka tersenyum

oleh Assabiq Arru&#39;ya bil Haq

Tuesday, April 28, 2009

Mimpi plus kenyataan


Hm.. bukankah hari itu akan datang, sebuah syair terakhir kehidupan dunia..
Percayakah mimpi akan menjadi kenyataan?
Jawablah sendiri..
Ikuti alur nya..
temukan keagunganmu..

Oleh Assabiq Arru'ya bil Haq
Sunday, April 26, 2009

Laut di depan mata


Tertanggal, 26 april 2009, 17:21 wib.

Andro tiba-tiba berteriak di hamparan pasir pantai selatan jogja. Menadah ke langit yang tampak begitu dekat. Rasanya Andro bisa terbang, gemuruh deburan ombak membuat nyaman hati. Andro meliahat begitu banyak orang berurai kebahagiaan, sebagian membawa serta seluruh keluarga, sebagian pasangan sejoli yang semoga sudah akad. Delman berkeliling sepanjang pantai, andro lihat betapa bahagia anak kecil itu. Andai saja..
Kata itu kemudian terhenti oleh suasana ceria mereka. Andro hirup nafas panjang, sambil menunjuk satu titik yang tidak kelihatan di ufuk lautan terjauh.

Disana mimpiku!

Tidak seorangpun tahu secara pasti apa impian andro tersebut. Yang ditunjuk andro terlihat sama jika diruntutkan dari timur sampai barat tempat tenggelamnya mentari.

Pasir bercampur air asin menjadi becek dan andro tidak suka itu. Andro lebih suka menikmati keindahan itu dari agak jauh, sadari diri pantaskah andro menikmati secara lebih dekat lagi, menyentuh tempat bertemunya kedua bibir air laut dan tanah jawa ini. Andro hanya anak kecil mandiri dan hidup sendiri..
Oleh Assabiq Arru&#39;ya bil Haq. Di Parangtritis Jogja

Wednesday, April 22, 2009

KARYAKU 3


RESULT FOR KARYAKU 3.


No: 01/01/XLV/STORY/0405

"Ifha congrulation, you're the winner!!"

Prize will be confirmed privatly at mobile.


Powered By:
XLV's Club

Monday, April 20, 2009

cerpen kehidupan


&#39;Akhi ayo sholat,udah adzan tuh!&#39;,gadis berjilbab biru berkata kpda teman sekelasnya.
&#39;sebentar ukhti,ntar lg aja,lg sibuk nie,ketikan cerpenku harus segera di kelarin hari ini&#39;,sambil sibuk menarikan jemari di laptopnya.
Ukhti tsb lantas geleng geleng kepala,&#39;astagfirullah.. Ternyata cerpen akhi jelek sekali.&#39;
&#39;Lho,ukhti ini kan belum diterbitkan koq kejam sekali penilaian ukhti?&#39;.dgn keheranan,janganjangan laptopnya telah disadap dan data pribdinya telah tersebar.
&#39;iya ana belum pernah lihat,namun ana yakin se yakin yakinnya cerpen akhi jelek,lha pengarangnya saja akhlaknya jelek,mendengar kumandang adzan saja tidak segera berajak mengambil air wudhu.&#39; dgn nada kekecewaan trhdap temannya tersebut.
&#39;iya ukhti,ana akan rehat sebentar cerpen nya.cerpen kehidupanku jg harus ana tlis dgn tinta emas agar kelak di hari akhir kelak,cerpen tentang ana jdi best seller di akhirat.&#39;
laptop pun di shut down dan mereka menyambut undangan adzan di mushola kampus biru.
By:xLV

Karya terbaik


Karya terbaik berasal dari kita,
tanpa sadar terkadang terbelenggu di relung jiwa.
Karya terbaik untuk semesta raya.
Pengabdian kita terhadap YANG MAHA KUASA
Saturday, April 18, 2009

Novel


Ketika cinta bertasbih episode 2 lg dikelarin
Thursday, April 09, 2009

Pemilu 2009


Jika kita mengamati pesta demokrasi ini, dibandingkan dengan yang terjadi beberapa tahun lalu. Jauh berbeda 90 derajat. Pemilu kali ini tidak mencoblos lagi, namun mencontreng. Kata yang begitu awam bagi khalayak umum.. MENCONTRENG!!

Kamis
09 April 2009

Wednesday, April 08, 2009

Doa nya..


Mohon doanya..
Buat Ibu dari Mbak Lusiana yang sedang sakit dan dirawat di ICU RSUP
TEGALYOSO KLATEN
Thursday, April 02, 2009

LOWONGAN BENTANG


PROOFREADER FREEELANCEEDITOR TETAP



SYARAT-SYARAT:

Proofreader:

Menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benarTelitiMenyukai bukuLebih disukai dari jurusan bahasa IndonesiaDiutamakan
domisili di Yogya

Editor Tetap:

Lulusan S-1 semua jurusan,
diutamakan dari sosial-humanioraPri a/wanita, umur maksimal 26
tahunKreatif, berdedikasi, tangguh, dan bisa bekerja sama
dalam timSupel, komunikatif, bisa
membangun jaringanMengikuti perkembangan/ tren
perbukuan Menguasai teknis editing &
bahasa Indonesia yang baik dan benarMenguasai bahasa Inggris
dan/atau bahasa asing lainnya aktif maupun pasifDiutamakan domisili di Yogya
atau bersedia tinggal di Yogya


Segera kirimkan surat
lamaran, CV, dan contoh tulisan Anda ke:


Bentang Pustaka

Jln Pandega Padma No.
19

Yogyakarta 55284

e-mail:
bentangpustaka@ yahoo.com



Lamaran kami terima paling lambat 4 april 2009.

------------ --------- ----- PT BENTANG PUSTAKA
Jl. Pandega Padma No. 19
Yogyakarta 55284
Indonesia Phone 62-274-517373
Fax 62-274-541441
www.mizan.com
www.klub-sastra- bentang.blogspot .com www.cpublishing. blogspot. com
Tuesday, March 31, 2009

LOMBA-LOMBA


Untuk Temen-temen yang hobi tulis menulis kunjungi www.yogyakarta.blogspot.com
Tuesday, March 10, 2009

besuk



Diambil beberapa
hari yang lalu..
Tuesday, March 03, 2009

Termangu..


Dalam dingin nya malam, terangai kerinduan mendalam ke sang pujaan.
Walau telah lama ditinggalkan, untaian cinta kian merona. Masih di
bawah sinar bintang, binatang kecil bernyanyi ria, akankah yang
dirindu akan bahagia, ketika kiriman cinta tak sampai di depan mata.
Kuharap dan kuberdoa untuk dirinya, tiada akhir akan kata, terkesima
akan makna, cuma sendirian menikmati mencinta, harapan akan dicinta,
dirindu dan dibawa ke relung jiwa. Inikah malam untuk selamanya?
Saturday, February 14, 2009

123


Semua serba mimpi.. Edensor dah dibaca..
Wednesday, February 11, 2009

Tiada b


Masukan dari enambelas orang, bekutat di sebuah gundukan bersama
mencari sebuah pemecahan, di lelapnya malam penuh awan, gelap
dinginnya membawa ke kehangatan, mengajak mata menutup pandangannya,
demikian hal nya dengan kepelitan masalah..
Sunday, February 08, 2009

Foto Borobudur Kita



Ini dia yang ditunggu..
Sebuah kisah perjalanan dari liburan sejenak kami di Magelang.. l
Lumayan panas tapi yah bisa ngilangin dikit stress..

Nantikan foto liburan selanjutnya...
Wednesday, February 04, 2009

Pemenang KARYAKU II


No:01/03/XLV/STORY/0209
Sarifah Nursabaha.MAKASSAR.
No:02/03/XLV/STORY/0209
Maryani. YOGYAKARTA.
No:03/03/XLV/STORY/0209
Maryani.YOGYAKARTA.
Result: -
by: NN
Friday, January 09, 2009

Fajar Comment


KOMENTAR PEMENANG:

Wah gk tau hrs mulai dari mana nich….
Aq tuch gk bakat yg namanya tulis menulis

Emmmm….
Kmaren aq kaget bgt dapat SMS klo aq menang lomba puisi di blogmu
Aneh banget !!!! puisiq tuch standar bgt kata” nya, gak ada puitisnya sama skali
Aq sempet mikir kok bs menang ya……….. jangan-jangan pesertanya Cuma aq aja.
Tapi makasih byk dech….. utuk penilaiannya

Oh ya….Kabarnya Ada kompetisi part 2 ya….
Yach slamat bagi para peserta utk mengikuti lagi
Semua kan gk harus di nilai dari Materi, tapi dari karya” kecil itu mungkin kita bisa belajar sesuatu yang baru.

Dengan Karya tulis mungkin bisa membuat kita jeli dengan peristiwa, bisa membuat hati kita lebih plong kaleeeee…. He…..teori baget ya padahal aq gk punya karya lagi.


WIS pokonya akhir kata salam utuk para peserta ja……..Smangat
Sunday, January 04, 2009

Next


Tunggu yang segera dateng...
Gabung dan ekspor dirimu...
Thursday, January 01, 2009

Pengumuman Pemenang Lomba


PENGUMUMAN HASIL LOMBA BIKIN KARYA

SENI ORIGINAL “KARYAKU

NO : 01/01/XLV/POE/0109

AUTHOR : Fajar Kurniasari

EMAIL : -

POINT A Points

1) ARRAGMENT : 15

2) COMPOSITION : 15

3) HARMONY : 10

4) HONESTY : 20

5) IMAGINATION : 10

6) LANGUAGE : 10

7) MANNER : 15

8) RULES(Email,Front,Complate,Subject,Attachment) : 30

POINT B

1) BACKGROUND ART : 20

2) ILLUSTRATIONS : 20

3) MODIFIED COLOUR : 10

4) MANAGE CONCEPT : 20

5) PLAYGROUND ART : -

POINT C

1) JUDGE COMMENT : 30

“A DROP OF INK CAN MOVE A MILLION PEOPLE TO THINK.”
SETETES TINTA BISA MENGGERAKAN SEJUTA MANUSIA UNTUK BERFIKIR.

2) JUDGE MASTER COMMENT : "Not Yet Confirmed! Sory!"

YOUR POINTS : 225

RESULT : FAJAR, YOU ARE THE WINNER of this competision! CONGRULATION!!”

POWERED BY NN

PRESSENTED BY XLV’s Club

Memo

Perbanyak bersabar dan berdoa... kita tidaklah sendiri!!

Komentar

Total Penggunjung

ifanxlv. Powered by Blogger.

Yang telah berlalu

Seberapa kenal anda dengan saya?